SEHELAI KERTAS
Hidup ini ibarat sebuah kertas, kita lahir di dunia ini bagaikan satu lembar kertas putih kosong yang siap untuk di tulis. Entah itu ditulis dengan sajak - sajak yang indah, nada - nada yang berirama penuh dengan ketentraman atau lukisan yang membuat jiwa takjub ,atau mungkin di tulis dengan puisi kebencian, nada - nada kebohongan atau lukisan abstrak yang tidak memiliki arti. Semua itu tergantung kepada kita sang penulis, sang penyair atau sang pelukis untuk mengisi kertas yang telah tersedia. Kelahiran adalah kertas kosong, tangisan pertama di dunia adalah tulisan tinta pertama untuk mengisi lembaran kehidupan kita. Pada hakikatnya manusia didunia ini ibarat kertas putih kosong yang bersih, tidak ada manusia terlahir dalam bentuk kertas hitam yang sudah penuh dengan tulisan kekejian. Lingkungan lah yang menempa kita menulis kebencian, kondisi dn keadaan lah yang membuat tulisan kebohongan. Hidup adalah pilihan, tulisan adalah pilihan entah di tulis dengan rapi dan penuh keindahan atau di tulis dengan berantakan yang penuh dengan kedustaan. Kebenaran dan kebohongan ibarat tebal kertas itu sendiri, sangat tipis dan sangat tajam, sebaik baiknya tulisan yang kita ukir pasti ada kata yang buruk dan sejelek jeleknya tulisan yang kita buat pasti terdapat kata yang indah. Kehidupan pun seperti itu seburuk buruknya manusia pasti ada sisi baiknya begitu juga sebaik baiknya manusia pasti ada sisi buruknya.
Itulah hidup, itulah tulisan, itulah lukisan semuanya berawal dari kertas kosong yang harus kita isi sendiri cerita di dalamnya.

Komentar
Posting Komentar